PENDEKATAN KULTUR KEWANG MEMINIMALISIR KENAKALAN REMAJA DI AMBON

Main Article Content

Nunung Triyani
Kisman Adi

Abstract

Masalah social yang terjadi menggambarkan kondisi yang terlahir dari sebuah keadaan masyarakat yang tidakideal antara harapan dan kenyataan atau sebagai suatu kesenjangan situasi yang ada, dengan situasi yangseharusnya dan kondisi ini merupakan kondisi yang tidak dihar apkan oleh siapapun. Artikel ini mengangkatpendekatan kultur dalam menyelesaiakan masalah sosial yakni kenakalan remaja dengan tujuan untukmemberikan masukan kepada pemerintah Kota Ambon, bahwa menyelesaikan masalah sosial tidak hanyamenggunakan hukum negara tetapi dapat menggunakan hukum adat yakni tugas Kewang, Kewang bukan hanyasekedar menjaga, menjaga sumber daya alam (hutan dan laut), menjaga situs-situs Budaya Maluku, dan menjagatatanan kota, melihat dari penomena sosial saat masalah-masalah sosial yang terjadi dan pelakunya adalah remajakemudian bertindak sebagai penengah masalah sosial tersebut adalah aparat kepolisian dan Satuan Polisi PamongPraja (Satpol PP), aparat keamanan menuju ke lokasi untuk menyelesaikan masalah namun yang sering kita lihatterjadi kejar-kejaran dengan pelaku masalah sosial dan pada akhirnya masalah sosial ini di bawah ke ranah hukum.Jalur hukum belum tentu membuat efek jera para pelaku, dengan tidak jeranya para pelaku atas hukum yangditerapkan maka perlu pendekatan kultur sebagai pengalihan kejenuhan hukum. Maluku memiliki budaya penjaga(Kewang) merupakan simbol budaya Orang Maluku yang mungkin hanya dipahami dan diketahui oleh merekayang berdomisili di daerah, namun diperkotaan dan khususnya untuk generasi muda kewang hanyalah tinggalcerita, difungsikan kembali dan di tambahkannya tugas tambahan Kewang serta atribut- atribut khas kewang, dankeberadaan mereka pada kantong-kantong rawan kenakalan remaja, maka secara tidak langsung ada dua manfaatyang tersirat di saat yang sama yakni pengenalan kembali budaya kewang serta pendekatan kultur gunameminimilisir masalah-masalah sosial.

Article Details

Section
Peksos

References

Hidayat Rahman. (2014). Sosiologi

Pendidikan, Emile Durkheim, Rajawali,

Jakarta.

Adhani J. Emha. (2019). Cara Ampuh Untuk

Abai dan Acuh: Komunika Yogyakarta.

https://bali.tribunnews.com.

Ambon, MalukuPost.com/10/5.