Kontrol Sosial yang Dipersepsi Siswa terhadap Kenakalan Remaja di SMPN 27 Kota Bandung

Authors

  • Enjelica Agun Politeknik Kesejahteraan Sosial, Indonesia
  • Kanya Eka Santi Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Indonesia
  • Irniyati Samosir Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31595/peksos.v24i2`.1662

Keywords:

Kontrol Sosial, Kenakalan, Persepsi

Abstract

Penelitian ini menggambarkan kontrol sosial yang dipersepsi siswa terhadap kenakalan remaja yang difokuskan pada rumusan masalah penelitian. Teori kontrol sosial menjelaskan bahwa ikatan yang kuat dengan lingkungan sosial dapat mencegah individu melakukan tindakan menyimpang. Dengan menggunakan kontrol sosial, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran karakteristik responden, kelekatan (attachment) dengan lingkungan sosialnya, komitmen (commitment) terhadap aturan dalam sebuah lingkungan sosial, keterlibatan (involvement) dalam aktivitas positif maupun aktivitas yang bermanfaat, dan keyakinan (belief) terhadap norma dan nilai yang berlaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Jumlah responden sebanyak 30 orang yang diambil dengan menggunakan teknik sensus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi, studi dokumentasi dan wawancara. Uji validitas alat ukur menggunakan face validity dan uji reliabilitas menggunakan alpha cronbach. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontrol sosial yang dipersepsi siswa dalam kondisi baik, namun masih belum optimal untuk mengatasi kenakalan remaja. Aspek kelekatan, memperoleh skor total 1.226 dari skor ideal 1.920, sebesar 63,85%, yang berada pada garis kontinum dengan kategori sedang. Aspek komitmen memperoleh skor total sebesar 1.361 dari skor ideal sebesar 1.920 dengan presentase sebesar 70,88% berada pada garis kontinum kategori sedang. Aspek keterlibatan memperoleh skor total sebesar 810 dari skor ideal sebesar 1.320 atau sebesar 61,36% berada pada kategori sedang. Aspek keyakinan memperoleh skor total sebesar 955 dari skor ideal sebesar 1.440 atau sebesar 66,31% berada pada kategori sedang. Total skor seluruh komponen sebesar 4.352 berada pada garis kontinum sedang dibandingkan dengan skor ideal sebesar 6.600. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mengusulkan program “Peningkatan Kontrol Sosial Bersama Anak dalam Mengatasi Kenakalan Remaja di SMPN 27 Kota Bandung”

Downloads

Download data is not yet available.

References

Black, D., & Gulliver, P. H. (1984). Studies On Law And Social Control. In Toward A General Theory Of Social Control. Academic Press.

Erhansyah. (2018). Mengatasi Kenakalan Remaja Pada Masa Transisi. 4(2), 246.

Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and crisis. New York: W. W. Norton & Company

Hirschi, T. (2001). Causes Of Delinquency. Routledge.

Irawan, V. (2018). Urgensi Persepsi Peserta Didik Dalam Menilai Kompetensi Dosen. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Dan Keagamaan, 07(1).

Maulana, H., Dinda, A., & Riza, W. L. (2023). Pengaruh Kontrol Sosial Terhadap Perilaku Ujaran Kebencian Pada Remaja Akhir Di Karawang. Social Science Research, 3, 9519–9530.

Okah, P. S., Onalu, C., & Odera Okoye, U. (2021). Social Work In Schools. Https://Www.Researchgate.Net/Publication/353326543

O’loughlin, M., & O’loughlin, S. (2008). Social Work With Children And Families (Second Edition). Learning Matters.

Openshaw, Linda. (2008). Social Work In Schools : Principles And Practice. Guilford Press.

Ratnawati, V. (2017). Kondisi Keluarga Dan Kenakalan Anak. Jurnal Nomor. Http://Ojs.Unpkediri.Ac.Id

Rulmuzu, F. (2020). Kenakalan Remaja Dan Penanganannya. Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 5, 364–373.

Satyagraha, R. K., & Purwandari, E. (2016). Peran Kontrol Sosial Terhadap Perilaku Kenakalan Siswa Di Sekolah [Universitas Muhammadiyah Surakarta]. Https://Eprints.Ums.Ac.Id/Id/Eprint/47617

Soerjono, S., Budi Sulistiyowati. (2014). Sosiologi Suatu Pengatar. Jakarta. Raja Grafindo Persad

Shoemaker, J. D. (2009). Juvenile Delinquency. Rowman & Littlefield.

Tianingrum, N. A., & Nurjannah, U. (2019). Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Perilaku Kenakalan Remaja Sekolah Di Samarinda. Jurnal Dunia Kesmas, 8, 275.

Unayah, N., & Sabarisman, M. (2015). Fenomena Kenakalan Remaja Dan Kriminalitas The Phenomenon Of Juvenile Delinquency And Criminality Nunung Unayah Dan Muslim Sabarisman. In Fenomena Kenakalan Remaja Dan Kriminalitas. Http://Lampost.Co/Berita/60-Persen-

Tribun Jabar. (2024, 11 Juli). 16 pelajar dari dua sekolah diamankan polisi usai terlibat tawuran di Bandung Barat. Diakses dari https://jabar.tribunnews.com/2024/07/11/16-pelajar-dari-dua-sekolah-diamankan-polisi-usai-terlibat-tawuran-di-bandung-barat

Kompas. (2024, 16 Mei). Dua pelajar di Bandung diduga aniaya temannya hingga tewas, pelaku telah ditangkap. Diakses dari https://www.kompas.id/baca/nusantara/2024/05/16/dua-pelajar-di-bandung-diduga-anianya-temannya-hingga-tewas-pelaku-telah-ditangkap

Open Data Jabar Prov. (n.d.). Jumlah kasus kekerasan berdasarkan tempat kejadian kekerasan di Jawa Barat. Diakses dari https://opendata.jabarprov.go.id/id/dataset/jumlah-kasus-kekerasan-berdasarkan-tempat-kejadian-kekerasan-di-jawa-barat

Downloads

Published

2026-01-01

How to Cite

Agun, E., Santi, K. E., & Samosir, I. (2026). Kontrol Sosial yang Dipersepsi Siswa terhadap Kenakalan Remaja di SMPN 27 Kota Bandung. Pekerjaan Sosial, 24(2`). https://doi.org/10.31595/peksos.v24i2`.1662

Citation Check