45 EKSPLOITASI ANAK JALANAN DI KOTA BANDUNG DAN KABUPTEN CIAMIS JAWA BARAT

Isi Artikel Utama

Dwi Yuliani
Ridho Rinaldi
Hafidz Fattahurrahman Pramadia

Abstrak

Isu eksploitasi terhadap anak jalanan masih menjadi fenomena yang serius untuk diteliti, sebab anak jalanan mengalami resiko eksploitasi yang lebih besar, masalah semakin beragam dan kompleks. Fenomena anak jalanan yang awalnya hanya ditemukan diperkotaan, kini kian meluas sampai ke wilayah perdesaan. Kota Bandung yang sejak lama menjadi kota tujuan bagi anak anak jalanan, menyebabkan masalah ini tidak mudah untuk diatasi. Sedangkan Kabupaten Ciamis yang pada awalnya tidak pernah ada anak jalanan, pada tahun 2016 mulai nampak ada fenomena ini, baik anak “punk”, pengamen, dan anak dengan kostum badut. Penelitian ini menggunakan motode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi non partisipatif, dan studi dokumentasi. Sebelas informan dari berbagai pihak berkepentingan dipilih melalui teknik purposive. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan diantaranya; 1) bentuk eksploitasi di Kota Bandung lebih beragam dan kompleks dibandingkan diKabupaten Ciamis, 2) Ada cara baru dan berbahaya yang dilakukan oleh orang dewasa pengguna obat kepada anak jalanan yaitu dijadikan perantara untuk membeli obat-obatan terlarang ke pengedar. 3) ditemukan fenomena yang berbeda antara anak jalanan di Kota Bandung dan Kabupaten Ciamis. Teori mekanisme kelangsungan hidup, teori konstruksi sosial, teori stuktural fungsional digunakan untuk menganalisis temuan penelitian.

Rincian Artikel