PENGEMBANGAN MODEL PENGURANGAN RISIKO BENCANA MELALUI KESIAPSIAGAAN BERBASIS SEKOLAH DI SMA NEGERI 24 BANDUNG

Isi Artikel Utama

Roni Faisal

Abstrak

Rendahnya kesiapsiagaan bencana di tingkat komunitas sekolah berimplikasi pada pentingnya peran dan tanggung jawab pemerintah, masyarakat dan komunitas sekolah pada penanggulangan bencana. Tujuan penelitian yaitu:1. Mengetahui gambaran awal model pengurangan risiko bencana di SMA Negeri 24 Bandung; 2. Merancang program pengembangan model pengurangan risiko bencana melalui kesiapsiagaan berbasis sekolah di SMA Negeri 24 Bandung; 3. Melakukan evaluasi dan refleksi pengembangan model pengurangan risiko bencana melalui kesiapsiagaan berbasis sekolah di SMA Negeri 24 Bandung. Metode penelitian ini menggunakan Analisis Data Sekunder yang mencakup dua proses pokok, yaitu mengumpulkan data dan menganalisis. Pengembangan model pengurangan risiko bencana melalui kesiapsiagaan berbasis sekolah di SMA Negeri 24 Bandung. Proses penelitian sebagai berikut: 1. Menetapkan sumber data/informasi model pengurangan risiko bencana melalui kesiapsiagaan berbasis sekolah; 2. Mengumpulkan data yang sudah tersedia yang berkaitan dengan model pengurangan risiko bencana melalui kesiapsiagaan berbasis sekolah; 3. Menormalisasikan data jika diperlukan dan )4. Menganalisis data dengan memetakan data-data atau membandingkan berbagai peraturan maupun model-model yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana melalui kesiapsiagaan berbasis sekolah dan menelaahnya. Peranan pekerja sosial yang menonjol dalam model ini adalah sebagai: enabler (pemercepat perubahan), katalis (pemercepat pencapaian hasil), koordinator, serta educator/guru dalam meningkatkan keterampilan untuk memecahkan masalah serta memberikan pertimbangan-pertimbangan etik. Model ini berupaya untuk mendorong masyarakat untuk mengekspresikan aspirasi mereka yang beragam secara bebas demi pencapaian kepentingan bersama. Pendekatan ini merupakan pengembangan model pengurangan risiko bencana melalui kesiapsiagaan berbasis sekolah yang lebih mengutamakan keterlibatan secara aktif sebagai pelaku utama sekaligus dapat juga berpotensi menjadi korban bagi mereka yang tinggal di daerah rawan bencana.

Rincian Artikel