DESENSITISASI SISTEMATIS DALAM MENURUNKAN GEJALA DEPRESI ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI SENTRA PHALAMARTHA DI SUKABUMI

Authors

  • Septyan Berliana Sumaki Universitas Cendrawasih, Indonesia
  • Rahmad Andre Ramadhan Universitas Cendrawasih, Indonesia
  • Ellya Susilowati Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31595/rehsos.v7i2.1701

Abstract

ABSTRACT

Psychosocial therapy that needed for conditional case can use Systematic Desensitization  therapy to reduce depressive symptoms in child victims of sexual violence at the Phalamartha Center in Sukabumi. Sexual violence against children is a serious problem that can cause profound psychological impacts, including symptoms of depression. This method is designed to help child victims of sexual violence face and overcome their symptoms of depression and fear. The therapy process involved social workers, psychologists, nurses, doctors, and social counselors, as well as child victims of violence. They were given therapy using the Systematic Desensitization  method, which involves a combination of systematic desensitization (reducing emotional responses to traumatic stimuli) and operant stimulus generalization (application of positive responses to desired behaviors). The results showed that the Systematic Desensitization  therapy technique significantly reduced depressive symptoms in child victims of sexual violence at the Phalamartha Center. They experienced a reduction in their fear hierarchy and became able to perform Activities of Daily Living (ADL) well after the trial. These findings suggest that this technique can be an effective approach in helping child victims of sexual violence recover from its natural psychological impact. Therefore, this study emphasizes the importance of efforts to improve the welfare of children who are victims of sexual violence.

 

ABSTRAK

Terapi psikososial yang diperlukan dalam penanganan kasus terkait adalah teknik Systematic Desensitization dalam mengurangi gejala depresi pada anak korban kekerasan seksual di Sentra Phalamartha di Sukabumi. Kekerasan seksual terhadap anak-anak adalah masalah serius yang dapat menyebabkan dampak psikologis yang mendalam, termasuk gejala depresi. Metode ini dirancang untuk membantu anak-anak korban kekerasan seksual menghadapi dan mengatasi gejala depresi dan ketakutan mereka. Proses terapi yang dilaksanakan melibatkan pekerja sosial, psikolog, perawat, dokter dan penyuluh sosial serta klien anak korban kekerasan seksual. Mereka diberikan terapi menggunakan metode desensitisasi sistematis, yang melibatkan kombinasi dari systematic desensitization (pengurangan respons emosional terhadap rangsangan yang traumatis) dan generalization of operant stimuli (penerapan respons positif terhadap perilaku yang diinginkan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa desensitisasi sistematis secara signifikan mengurangi gejala depresi pada anak-anak korban kekerasan seksual di Sentra Phalamartha. Mereka mengalami pengurunan hieraki ketakutan dan menjadi mempu melakukan activity daily living (ADL) dengan baik setelah adanya uji coba yang dilakukan. Temuan ini mengindikasikan bahwa teknik ini dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam membantu anak-anak korban kekerasan seksual untuk pulih dari dampak psikologis yang mereka alami. Dengan demikian, penelitian ini memiliki implikasi penting dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual.

 

Keywords:  

Systematic Desensitization  Technique, Depression, Child, Phalamarta

References

[1] Alford, B. A, & Beck A. T. 2009. Depression : Causes and Treatment. Philadelphia : University of Pennsylvania Press.

[2] Ali, A., & Ridfah, A. 2022. Teknik Systematic Self Desensitization Untuk Mengurangi Gejala Ailurophobia. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(6), 1574-1580.

[3] American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder Edition (DSM-V). Washington : American Psychiatric Publishing.

[4] Desmita. (2013). Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Donohue, William O & Fisher, Jane E. (2008). Cognitive Behavior Therapy

[5] Hurlock Elizabeth. Psikologi Perkembangan, diterjemahkan oleh Istiwidyayanti dan PRESS.

[6] Kartono, Kartini. 1995. Psikologi Anak (Psikologis Perkembangan). Bandung: Mandar Maju.

[7] Sigit Sanyata. 2012. Teori dan Aplikasi Pendekatan Behavioristik dalam Konseling, Jurnal Paradigma, No. 14 Th. VII.

[8] Sugiantoro, B. 2018. Teknik Desensitisasi Sistematis (Systematic Desensitization) dalam Mereduksi Gangguan Kecemasan Sosial (Social Anxiety Disorder) yang dialami Konseli. Nusantara of Research: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri, 5(2), 72-82.

[9] Sumaki, Septyan Berliana, dkk. Penerapan Teknik Pengubahan Perilaku untuk Meningkatkan Efikasi Diri Anak Terlantar di SATPEL PSA Kota Bandung. Jurnal Poltekesos Bandung.

[10] Tim M. Farid (ed.). 2003. Pengertian Konvensi Hak Anak. Jakarta : Hrapan Prima.

Downloads

Published

2026-01-01

How to Cite

Sumaki, S. B., Ramadhan, R. A., & Susilowati, E. (2026). DESENSITISASI SISTEMATIS DALAM MENURUNKAN GEJALA DEPRESI ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI SENTRA PHALAMARTHA DI SUKABUMI. Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos), 7(2). https://doi.org/10.31595/rehsos.v7i2.1701

Citation Check