Resiliensi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) Selama Proses Rehabilitasi di Sentra Handayani Jakarta

Authors

  • Gina Rizqia Salsabila Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Indonesia
  • Silvia Fatmah Nurusshobah Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Indonesia
  • Ella Nurlela Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31595/rehsos.v8i1.1865

Abstract

Resiliensi merupakan proses yang memungkinkan individu untuk beradaptasi saat menghadapi kesulitan, trauma, ancaman, maupun tekanan akibat proses hukum yang sedang dijalani. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi serta menghambat resiliensi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) selama proses rehabilitasi di Sentra Handayani Jakarta, ditinjau dari tiga aspek Personal Resilience, Caregiver/Relational Resilience, dan Contextual Resilience. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kepada populasi berjumlah 31 ABH di Sentra Handayani Jakarta dengan teknik pengambilan sampel sensus sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan studi dokumentasi. Validitas alat ukur diuji menggunakan face validity, sedangkan reliabilitas diuji menggunakan rumus Alpha Cronbach melalui perangkat lunak SPSS versi 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat resiliensi ABH secara keseluruhan  berada pada kategori tinggi, kemudian dilihat secara per aspek, pada aspek personal resilience menunjukkan mayoritas ABH berada pada kategori tinggi sebanyak 70,97%, kemudian pada aspek contextual resilience mayoritas ABH pada kategori tinggi sebanyak 70,97% dan pada aspek caregiver/relational resilience menunjukkan ABH pada kategori tinggi sebesar 58,06%. Hasil ini menunjukkan terdapat permasalahan yang cukup kritis jika tidak segera di tangani yaitu pada aspek caregiver/relational resilience di mana dukungan relasional dari sistem sumber terutama dari keluarga belum dirasakan secara merata, ABH masih mengalami kesulitan dalam menyampaikan perasaan yang mereka rasakan dan alami kepada keluarga, sehingga hal ini menjadi sebuah tantangan bagi ABH dalam memproses trauma atau kecemasan yang dirasakan selama proses rehabilitasi. Maka berdasarkan temuan tersebut, peneliti  memberikan  rekomendasi program “JEMBATAN RASA” sebagai intervensi berbasis pendekatan social group work guna memperkuat resiliensi ABH secara menyeluruh

References

Resiliensi, Anak Berhadapan dengan Hukum, Rehabilitasi, Social Group Work, Sentra Handayani Jakarta

Downloads

Published

2026-09-12

How to Cite

Salsabila, G. R., Nurusshobah, S. F., & Nurlela, E. (2026). Resiliensi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) Selama Proses Rehabilitasi di Sentra Handayani Jakarta. Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos), 8(1). https://doi.org/10.31595/rehsos.v8i1.1865

Citation Check